Sesibuk apapun saya selalu menyempatkan diri untuk posting sesuatu tiap hari untuk MP atau minimal memberi respon terhadap postingan teman-teman. Karena main internet hanya di kantor, so hari Senin adalah hari yang ditunggu-tunggu karena pengen baca postingan teman, ngirim postingan terbaru dengan ide terbaru dan baca respon dari teman. Memang beginilah kalau sudah terkena candu MP. Gak apa-apa deh daripada terkena candu narkoba, he.he.he.
Dalam kondisi masyarakat kita sekarang yang feodal kapitalis (pengelompokan menurut siapa nih? peduli ah), penghargaan terhadap seseorang masih dititikberatkan kepada pencapaian materi yang kasat mata. Orang yang kaya secara materi mendapatkan penghargaan lebih dari yang lain dan oleh karenanya mempunyai 'kekuasaan' lebih pula karena uang bisa membeli hampir segalanya (tidak segalanya lho). Karena tidak bisa dengan cara halal maka cara haram pun ditempuh yang salah satunya korupsi. Sementara belum ketahuan, memang 'harga dirinya' meningkat drastis di masyarakat. Tapi sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga dipelukan KPK, he.he.he. Alih-alih meningkat harga dirinya, sekarang harga dirinya jatuh ke jurang paling dasar. Malah saking dalamnya kita gak pernah tahu dalamnya jurang itu dan tidak tahu bagaimana rusaknya harga diri orang tersebut. Seseorang yang tadinya sangat disegani karena jabatannya sebagai penuntut hukum, menjadi sangat hina karena menjadi tersangka. Korupsi yang tadinya diharapkan dapat lebih meningkatkan harga diri malah merendahkan harga diri. Kalau orang tidak punya harga diri lagi, mungkin kematian adalah jalan terbaik (sadis amat ya?)
Sebelum maghrib saya ngobrol-ngobrol dengan tetangga sebelah. Dia cerita kalau temannya yang dulu tetanggaan waktu ngontrak ditolak permohonan kreditnya oleh Bank BTN untuk mendapatkan rumah. Orang itu sudah punya anak menjelang dewasa (SMA) dan berpenghasilan lumayan daripada PNS golongan rendah (sekitar Rp 3 juta). Kita gak tahu kenapa permohonan kredit dia ditolak oleh Bank. Di lain pihak banyak tetangga lain di komplek sekarang yang belum mengisi rumahnya karena rumah di komplek hanya sebagai investasi. Artinya mereka-mereka sudah punya rumah di tempat lain. Kita jadi berpikir kalau ini sebuah ketidakadilan. Di suatu sisi ada orang yang sangat butuh rumah tapi gak mendapatkan kredit pemilikan rumah, tapi di sisi lain ada orang-orang yang sudah punya rumah tapi masih mendapatkan kredit pemilikan rumah.
Kartu As menyediakan paket sms harian yang murah meriah. Dengan uang Rp 1.000,- kita bisa mendapatkan 50 sms yang berlaku sampai jam 18.00. Murah sih murah, tapi buat yang bukan sms mania hal itu bisa nyusahin kalau kita berusaha menghabiskan jatah 50 sms itu. Contohnya isteri saya yang susah payah sms sana-sini karena dikejar waktu deadline jam 18.00. Akhirnya saya yang baru pulang kantor disuruh sms ke siapa aja asal jatah sms habis. Walah murah kok nyusahin ....
Menurut teori, kaum Hawa selalu menggunakan indra penciuman dalam menentukan dan mengidentifikasi seorang pia termasuk di antaranya sistem kekebalan dan gen-gen komplementer. Secara naluriah, mereka akan tertarik pada pria yang memiliki gen-gen sistem kekebalan tubuh berbeda dengan dirinya.
Dengan saling "menularkan" gen-gen dan sistem kekebalan tubuh berbeda, sepasang wanita-pria mendapat keuntungan karena akan memperbesar peluang menghasilkan keturunan sehat dan tak gampang terkena infeksi. Pasangan yang memiliki gen-gen berbeda juga kecil kemungkinannya mengalami problem kesuburan atau kasus keguguran.
Menurut para ahli, manusia cenderung tertarik pada calon pasangannya setelah mencium aroma atau bau tubuh. Gen-gen dalam molekul Major Histocompatibility Complex (MHC) akan membantu seseorang membangun kemampuan membedakan aroma dan bau tubuh bagaimana berinteraksi dengan bakteri kulit. Dari mekanisme inilah, para ahli percaya bahwa wanita menggunakan kemampuan indra penciuman dalam memilih pria yang disukai.
 Gemes banget mendengar berita si Urip. Dulu berkilah kalau uang suap yang 6 milyar itu pinjaman untuk bisnis permata. Eh sekarang dia mencabut pernyataan dan menyebutkan bahwa yang itu untuk membuka bengkel di Cikampek. Gak tahu nih, besok lusa mau alasan apa lagi. Gemes banget lihat mukanya di TV dan koran, masih sok PD.
Kemarin waktu nikahan adik, saya ketemu dengan saudara-saudara yang dulu pernah tinggal di rumah saya sewaktu saya kecil. Karena lama tidak ketemu, mereka kaget kalau anak kecil yang kata mereka nakal dan hiperaktif sudah dewasa dan punya keluarga. Terus saya nanya, senakal apa sih saya waktu kecil? Karena saya merasa biasa-biasa saja tidak beda dengan anak-anak lain. Coba kasih penilaian sebagian kebiasaan saya waktu kecil sebagai berikut : 1. Kalau pulang sekolah dan makanan belum tersedia maka saya masukan peralatan dapur ibu saya ke sumur. 2. Kalau bertengkar sama kakak saya, saya pukul kakak saya dengan gesper. 3. Kalau pentil sepeda rusak, maka saya ngambil pentil dari ban sepeda tukang es yang lagi ngantri di pabrik es. 4. Kalau saya gak suka film di layar tancap, maka saya rubuhkan layarnya. 5. Kalau saya ngambek, saya ngumpet di langit-langit 6. Kalau saya berantem ama sepupu yang sudah dewasa, saya kasih tanah ke dalam rendaman cuciannya. 7. Kalau musim tarawihan, saya lemparkan petasan ke mesjid 8. Dan sebagainya ...habis banyak sih
Sudah beberapa kali ada sales kartu kredit dari beberapa Bank baik swasta maupun pemerintah yang datang menawarkan kartu kredit dengan berbagai kemudahan dan iming-iming menggiurkan. Sampai saat ini saya tidak tertarik memiliki kartu kredit terkait beberapa pengalaman buruk teman-teman dan pengalaman buruk yang saya baca di koran-koran. Beberapa teman mengeluh bahwa pinjaman Rp 1,5 juta tidak beres-beres diangsur. Teman saya yang satu lagi mengeluh karena untuk 'QUIT' dari nasabah kartu kredit tersebut harus membayar sejumlah uang. So berdasarkan pengalaman2 itu saya berkesimpulan bahwa menjadi pemegang kartu adalah menjadi sapi perahan bank. Setuju atau tidak setuju itulah pendapat saya sampai saat ini.
Jangan berpikir bahwa menempati rumah dinas itu adalah sebuah kenikmatan. Hal ini terutama untuk orang yang belum punya rumah pribadi. Berita di TV akhir-akhir ini dimana para anggota TNI yang sudah tidak aktif harus angkat kaki dari rumah dinas yang sudah sekian lama ditempatinya. Tidak jarang pula muncul konflik antara penghuni rumah dinas yang tetap bertahan menghuni rumah itu dengan kesatuan TNI yang berusaha melakukan penertiban.. Pada kesempatan itu, mereka beralasan mengaku tidak punya rumah untuk mereka tempati. Di lain pihak banyak TNI aktif yang mengantri untuk mendapatkan jatah rumah dinas. Makanya jangan terlena dengan fasilitas rumah dinas. Berusahalah mempunyai rumah sendiri meskipun kecil. Jadi ingat ungkapan adik ipar saya yang katanya, " Kalau rumah sendiri mah biar jelek tapi adem. Daripada rumah orang (ngontrak, numpang, rumah dinas) yang meskipun besar dan mewah tapi tetep 'panas'"
Dalam dua minggu ini harga minyak dunia memperlihatkan kecenderungan menurun. Setelah melewati harga 147 dolar per barrel, sekarang sudah terjun bebas ke angka 113 dolar per barrel. Selama ini harga komoditas kerap mengikuti gerak dari harga minyak, karena sejumlah komoditas seperti batubara, CPO adalah pengganti dari emas hitam tersebut. Tapi kini melemahnya permintaan minyak dunia terutama dari China memberikan sinyal dalam jangka pendek ini harga minyak cenderung melandai. Para spekulan dan fund manager sekarang mulai panik dengan menurunnya harga komoditas tersebut karena kerugian sudah di depan mata. RASAIN !!!!!
Hari ini saya kesel banget sama isteri. Tadi dia sms dan nelepon katanya harus beli regulator baru karena regulator yang ada sudah rusak dan menjadi ada bau gas. Tadi katanya ada petugas salesman dari PERTAMINA memeriksa regulator gas elpiji. Terus salesman itu menjelaskan kalau regulator yang ada sudah rusak dan harus diganti dengan yang baru seharga Rp 170 ribu. Memang sih isteri saya gak jadi beli tapi kok di dapur katanya setelah salesman pergi jadi agak bau gas bocor padahal selama ini baik-baik saja. Wah isteri saya sudah tertipu oknum salesman regulator gas. Saya kesel banget ama isteri karena say audah wanti-wanti jangan mempersilahkan masuk orang yang tidak dikenal. Apalagi ini sampai merusak regulator gas.
Sejak dulu saya selalu bertanya kenapa pada saat bulan Ramadhan selalu saja terjadi lonjakan permintaan pada berbagai jenis bahan makanan/makanan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan harga jual barang tersebut ditambah faktor lain seperti kekeringan, pungli dalam rantai distirbusinya dan sebagainya.
Kalau kita batasi hanya pada lonjakan permintaan, saya dari kecil sering bertanya kenapa harus bermewah-mewah pada saat puasa. Bukankah justru ibadah yang harus diutamakan, bukan makanannya. Saya berprasangka jelek jangan-jangan bahwa adanya perasaan bahwa seharian kita berpuasa adalah sebuah penderitaan. Maka dari itu pada saat maghrib tiba, penderitaan itu harus dibayar dengan makanan mewah yang banyak. Meskipun begitu tidak semua rumah tangga mengkonsumsi makanan yang lebih banyak dari biasanya. Rumah tangga yang miskin tidak menunjukkan perilaku demikian karena keterbatasan kondisi keuangan.
Menjelang bulan ramadhan ini (kalau ada umur), mari lah kita sederhana dalam makanan tapi memperbanyak amalam ibadah (bukan sebaliknya). Mudah2an dengan begitu tujuan berpuasa di bulan ramadhan dapat tercapai dan harga pun tidak terlalu 'liar' pada bulan tersebut.
Siang ini iseng bermain tenis meja karena kebetulan lagi agak senggang setelah rapat dari pagi. Untuk menghemat energi maka saya hanya bermain ganda. Tapi saya main demikian 'serius' sampai tangan saya sakit sekali karena melakukan 'smash' dengan sekuat tenaga. Walah gara-gara gak pemanasan sekarang tangan jadi sakit. Gmn nih ... padahal besok mau ke Bandung dalam rangka persiapan pesta nikahan adik saya.
Hari ini saya mengikuti pertemuan FGD yang pertama dengan tema penyerahan aset dari Pemkab Tasikmalaya kepada Pemkot Tasikmalaya. Kalau tidak tahu masalah 'dapur' nya pasti berpikir serahkan saja aset itu ke Pemkot. Tapi masalahnya Pemkab Tasikmalaya tidak mempunyai dana untuk pindah ke Singaparna kalau aset diserahkan secara cuma-cuma, ditambah tidak ada bantuan dari Pemerintah Pusat dan Propinsi. Makanya sampai sekarang masalahnya terus menggantung. Untuk itulah pertemuan FGD pertama ini untuk mendorong proses itu menjadi lebih cepat. Hasilnya kita sudah mempunyai action plan yang akan segera ditindaklanjuti. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan kita cepat pindah ke Singaparna. Malu atuh masa Pemkab tapi ngantor masih di kota.
Berdasarkan laporan kepolisian ternyata pelaku terbesar NARKOBA adalah ibu-ibu. Saya sangat kaget membaca laporan tersebut. Yang saya tahu jarang sekali ibu-ibu yang terlibat narkoba. Biasanya pelaku utama adalah para laki-laki baik yang bujangan maupun yang sudah menikah. Tapi setelah saya baca laporan selanjutnya ternyata narkoba dalam laporan ini bukan narkotika dan sejenis obat terlarang, narkoba ini yaitu NARik KOlor BApak. Oh kalau itu baru sangat masuk akal.
Harga minyak mentah dunia kembali merosot tajam di bawah US$ 120 per barel untuk pertama kalinya dalam 3 bulan. Melambatnya perekonomian dunia kembali memunculkan perdebatan tentang seberapa besar permintaan minyak dunia Pada perdagangan Selasa (5/8/2008), kontrak utama minyak jenis light ditutup merosot 2,24 dolar ke level US$ 119,17 per barel. Kontrak ini sudah merosot hampir 20% dari level tertingginya di US4 147 per barel yang direngkuh pada 11 Juli lalu.
Karena harga minyak kita katanya bersandar pada harga minyak dunia, ayo dong turunkan harga BBM dalam negeri. Jangan sampai kalau harga minyak dunia naik, harga BBM ikut naik tapi kalau harga minyak dunia turun kok harga BBM dalam negeri gak ikut turun.
Menurut BMG saat ini adalah musim kemarau dan diperkirakan musim hujan dimulai akhir Oktober atau awal Nopember. Tapi Tasik sudah beberapa hari terakhir mendung dan dua hari ini hujan meski hujan gerimis. Kalau saya sih senang aja karena berarti saya gak jadi buat sumur dan uangnya bisa dialokasikan buat kebutuhan yang lain, he.he.he. Gak tahu nih kalau daerah lain apa hujan seperti di Tasik juga atau malah panas seperti kemarau yang biasa.
Sejak kasus mutilasi dengan tersangka Ryan, para keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga ramai-ramai melaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Tak peduli apakah ada hubungan orang yang hilang tersebut dengan Ryan sebelumnya atau tidak. Yang penting mumpung ada Ryan sebagai kambing hitam (???). Padahal ada anggota keluarga yang berangkat menjadi pekerja di negeri orang tapi dilaporkan ke kepolisian kalau2 menjadi korban Ryan. Hayo mumpung ada Ryan, lapor ke polisi, he.he.he
Hari ini teman sekantor saya yang beda ruangan datang untuk minta tolong menerjemahkan artikel ke dalam bahasa indonesia. Dia sekarang lagi nerusin S-3 di UNPAD untuk jurusan Manajemen. Lumayan sekitar 20 halaman dengan istilah-istilah manajemen. Meskipun saya tidak akrab dengan istilah2 tersebut tapi saya terima saja 'order' ini dengan dua tujuan : (1) memelihara 'perasaan' saya untuk mengerti artikel dalam bahasa inggris; (2) promosi diri di kantor baru. Untuk hal kedua, setuju atau tidak setuju, promosi diri di kantor baru dimana orang2 belum tahu siapa kita adalah hal yang penting. Setelah itu saya berpikir, kalau sekarang gratis, apakah nanti saya akan menerapkan tarif khusus kepada teman saya ini. Karena disadari atau tidak, proses menerjemahkan akan memakan waktu saya baik waktu di kantor atau waktu untuk keluarga di rumah. Barusan saya sudah dapat ide, nanti2 mah mau saya tolak aja lah pura-pura sibuk, tapi kalau dia menawarkan bayaran ... ya apa boleh buat, he.he.he. Menurut saya itu namanya salah satu ciri penerjemaah profesional yaitu mendapatkan bayaran yang setimpal dari pekerjaan yang telah dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab (wah pake bahasa Penataran P4 segala).
Hari ini jam 10.00 tersangka pembunuh berantai Ryan akan menjalani tes kebohongan untuk mengetahui apakah selama ini keterangan yang dia sampaikan kepada penyidik dinilai bohong atau tidak. Kenapa hanya Ryan yang diuji? Kenapa para tersangka kasus korupsi atau penyuapan tidak di tes kebohongan. Sebagai contoh, kenapa si Urip dan soulmatenya, Artalyta gak di tes kebohongan? Ataukah karena sudah jago berbohong, so tes kebohongan tidak akan mampu memberikan hasil yang memuaskan.
| |